Summary: Melalui teknologi penghancuran, penyaringan, dan penyortiran, limbah konstruksi dapat diproses lebih lanjut menjadi agregat daur ulang dan produk lainnya, yang dapat digunakan untuk memproduksi beton daur ulang, komponen pracetak, batu bata daur ulang, dan bahan dasar jalan....
Sampah konstruksi adalah produk sampingan yang dihasilkan selama proses pembangunan dan renovasi perkotaan, termasuk puing bangunan, lumpur, limbah teknik, limbah demolisi, dan limbah renovasi. Sampah ini diproduksi pada berbagai tahap seperti pembangunan bangunan, pemeliharaan, dan demolisi. Bencana alam dan buatan manusia juga dapat secara tiba-tiba menghasilkan jumlah besar sampah konstruksi.

Melalui teknologi penghancuran, penyaringan, dan pengelompokan, limbah konstruksi dapat diubah menjadi sumber daya yang berharga seperti agregat daur ulang.
Apa saja Manfaat Daur Ulang Sampah Konstruksi?
Sampah konstruksi, setelah dipilah dan diproses, dapat diubah menjadi berbagai bahan daur ulang, membentuk rantai daur ulang sumber daya yang lengkap yang secara efektif mendorong penggunaan kembali sumber daya dan pembangunan berkelanjutan:
- Beton daur ulang, mortar, blok, batu bata, dan panel digunakan dalam proyek konstruksi.
- Beton permeabel daur ulang, batu bata permeabel, campuran anorganik, kerikil yang diprasetakkan, dan material pengisi digunakan dalam teknik kota dan transportasi.
- Agregat daur ulang digunakan sebagai bahan infiltrasi dan penyimpanan dalam pembangunan kota spons.
- Produk beton daur ulang digunakan di terowongan utilitas bawah tanah, dll.
- Bahan logam seperti bekas tulangan, kawat, dan kabel dapat dilelehkan dan didaur ulang menjadi baja bangunan, perlengkapan perangkat keras, dan produk lainnya. Sebagai contoh, 1 ton baja bekas dapat menghasilkan sekitar 0,9 ton baja daur ulang, mengurangi kebutuhan pengeboran bijih besi sebesar 90%.
- Sisa bambu dan kayu, melalui proses penghancuran dan kompresi, dapat digunakan untuk menghasilkan papan buatan dan bahan bakar biomassa.
Moreover, compared with traditional landfilling, construction waste recycling significantly reduces emissions—cutting nitrous oxide by 50%, sulfur dioxide and nitrogen oxides by 30%, carbon monoxide by 28%, and carbon dioxide by 10% - making it a far more environmentally sustainable solution.

Apa Itu Proses Daur Ulang Limbah Konstruksi?
Through a combined process of “crushing- sorting- screening- separation,” SBM helps customers to achieve efficient construction waste recycling, producing recycled aggregates and recyclable materials while reducing environmental pollution. The specific process is as follows:
Pra-perlakuan
Pertama, barang besar (seperti kayu, pakaian, dan kantong plastik) dalam limbah konstruksi diangkat secara manual untuk memisahkan bahan yang mudah didaur ulang secara awal.
Penghancuran Kasar & Penyortiran
Setelah perlakuan awal, limbah konstruksi dimasukkan ke dalam penghancur rahang untuk penghancuran primer.
Setelah dihancurkan, bahan melewati pemisah magnet untuk menghilangkan kotoran logam, kemudian masuk ke alat penyaring untuk memisahkan slag. Setelah slag dihilangkan, bahan masuk ke platform pemilahan manual/mesin di mana bahan ringan seperti limbah plastik dan kayu dipisahkan secara manual.

Penggilingan Sekunder & Penyortiran
Materi yang tersisa kemudian dikirimkan ke penghancur dampak untuk penghancuran sekunder agar partikel lebih halus.
Setelah penghancuran sekunder, bahan melewati pemisah magnet untuk menghilangkan besi dan kemudian masuk ke layar getar untuk klasifikasi ukuran. Material yang terlalu besar (partikel yang lebih besar) dikembalikan ke penghancur impuls untuk penghancuran lebih lanjut, sementara bahan yang lebih kecil diarahkan ke pemisah bahan ringan.

Penyaringan & Pengurutan
Melalui teknologi pemisahan udara atau pemisahan berbasis densitas, tanah limbah, besi tua dari batang baja, dan bahan ringan (seperti plastik dan kayu) dipisahkan secara efektif, memungkinkan pengklasifikasian sumber daya dan daur ulang yang efisien.
Setelah bahan ringan dipisahkan, bahan yang tersisa dikirim kembali ke layar getar untuk diklasifikasikan berdasarkan ukuran partikel yang berbeda. Proses ini menghasilkan agregat daur ulang dengan berbagai spesifikasi, yang dapat digunakan dalam pembuatan bahan konstruksi seperti beton dan pondasi jalan.

SBM telah berhasil membangun beberapa proyek daur ulang limbah konstruksi, mencapai tingkat daur ulang lebih dari 90% dengan sistem cerdasnya, sehingga menghasilkan nilai ekonomi yang signifikan bagi klien kami.



Jika Anda mencari solusi untuk daur ulang limbah konstruksi, SBM adalah mitra yang terpercaya.





















